Sabtu, 29 Januari 2011

PRODUK PEMBERSIH



v  PRODUK PEMBERSIH LAINNYA

Selain sabun dan  deterjen  yang  pembersih  utama, ada banyak produk lainnya masih banyak   digunakan  sebagai pembersih. Antara lain  adalah  pasta  gigi,  sampo,  pembersih lantai, dan pembersih muka.

Produk-produk pembersih juga terbuat dari zat kimia tertentu dicampur dengan yang lain Zat.
  1.   Sampo
A.  Pendahuluan
Sampo adalah sabun cair yang digunakan untuk mencucui rambut dan kulit kepala yang terbuat dan kulit kelapa yang terdiri dari  campuran bahan-bahan alami (tumbuhan) atau zat – zat kimia. Pengertian lain dari sampo yaitu sediaan yang mengandung surfaktan dalam bentuk yang cocok berguna untuk menghilangkan kotoran dan lemak yang melekat pada rambut dan kulit kepala . Sampo tidak membahayakan rambut , kulit kepala , dan kesehatan si pemakai.
Sampo masa kini menggunakan detergen sintetis sbg bahan pembersihnya , misalnya senyawa natrium lauril sulfat (SLS). Senyawa ini dikenal juga dengan nama natrium dodesil sulfat. SLS mampu mengatasi kelemahan sabun dalam air sadah.
Semula sampo dibuat dari berbagai jenis bahan yang diperoleh dari sumber alam , seperti sari biji rerak , sari daging kelapa , dan sari abu merang (sekam padi).
Detergen yang digunakan sbg bahan dasar dalam pembuatan sampo memiliki sifat fisikokimia tersendiri yang umumnya tidak sepenuhnya searah dengan ciri sifat yang dikehendaki untuk sampo. Umumnya   , detergen dapat melarutkan lemak dan daya pembersih kuat , sehingga jika digunakan untuk keramas rambut , lemak rambut akan hilang  , rambut menjadi kering , kusam , dan mudah menjadi kusut , meyebabkan sukar diatur.

Sifat Detergen yang terutama dikehendaki untuk sampo adalah kemampuan membangkitkan busa . jenis detergen yang paling lazim diedarkan tergolong alkil sulfat , terutama laurilsulfat , juga alkohol monohidrat dengan rantai C 10 – 18
 
Di samping itu , detergen yang digunakan untuk pembuatan sampo , harus memiliki sifat berikut:
1.  Harus bebas reaksi iritasi dan toksik terutama pada kulit dan mata atau mukosa tertentu.
2.   Tidak boleh memberikan bau tidak enak , atau bau yang tidak mungkin ditutupi dengan baik.
3.   Warnanya tidak boleh menyolok.

             B.  Bahan Utama Sampo dan Kekurangannya
Bahan utama pada sampo adalah surfaktan (sabun dan detergent)
Sabun adalah garam dan asam lemak.  Hasil reaksi antara  lemak dan miinyak hewan dan tumbuhan dengan alkali , contohnya NaOH , dan KOH)

Kekurangan dari bahan sampo ialah tidak dapat membentuk busa oleh air sadah ,  diatasi dengan penambahan chelating agent.

·           Surfaktan

a.       Anionik
-          Gol. Alkyl benzene sulfonat
Mis.Sodium dodecyl benzene sulfonate
-          Gol. Primary alkyl sulfat
Mis. Laurye monoglyceride ammonium sulfate
-          Gol. Sarcosine
Mis. Laurosyl sarcoine , Cocoyl sarcosine

b.      Kationik
-          Garam amonium kuarterner
Mis. Dstearyl dimethyl ommonium chloride , dilauryl dimethyl ammonium chloride , cetyl trimethyl ammonium  bromide

c.       Amfoterik
-          Mis. Miranol

d.      Non-Ionik
-          Mis. Tween , Pluronic F-68

Ø  Zat  - zat  tambahan shampo
Terdiri dari berbagai jenis zat , yang dikelompokkan sesuai dengan kesamaan fungsi yang diharapkan dalam formulasi shampo , yaitu antara lain :

·           Alkilromida asam lemak
Digunakan untuk meningkatkan stabilitas busa dan memperbaiki viskosita. Zat ini merupakan hasil kondensasi asam lemak dengan monoetanolamina (MEA) ,  dietanolamina (DEA) atau isopropanolamina yang sesuai. Zat ini menunjukkan sifat dengan  mendispersi kerak sabun kalsium atau magnesium , dan mencegah pengerakan kedua jenis sabun itu pada kulit kepala dan rambut.
·           Lanolin , kolesterol , oleilalkohol , dan asetogliserida

Digunakan  untuk maksud memperbaiki  efek  kondisioner detergen dasar  sehingga  rambut yang  dikeramas-sampokan  akan mudah diatur  dan  memberikan penampilan  rambut yang serasi.

Lanolin atau serbuk telur acapkali digunakan sebagai zat tambahan sampo dan dinyatakan khusus untuk maksud memberikan rambut berkilau dan mudah diatur.

·         Asam Amino

Terutama asam amino esensial digunakan sbg zat tambahan sampo dengan harapan , setelah rambut dikeramas-sampokan , zat ini akan tetap tertinggal pada kulit kepala dan rambut , dan berfungsi sebagai pelembab , karena asam amino memiliki sifat  higroskopik  yang  akan memperbaiki kelembapan rambut.

·         Zat tambahan sampo lain

Terdiri dari berbagai jenis zat , umumnya diharapkan untuk menimbulkan efek  terhadap pembentukan dan stabilisasi busa ; meliputi zat golongan glikol , polivinilpirolidon , karbonsimetilselulosa , dan silikon zat cair , terutama yang kadarnya lebih kurang 4%.

C.  Penyajian sampo
Sampo disajikan dalam berbagai bentuk , meliputi bubuk , krim atau pasta ,     dan  larutan.  Selain itu juga dapat disajikan dalam :

·         Sampo Bubuk

Sebagai dasar sampo digunakan sabun bubuk , sedangkan sebagai zat pengencer biasanya di gunakan natrium karbonat , natrium seskuikarbonat , dinatrium fosfat atau boraks. Sampo jenis ini dapat dikombinasikan dengan zat kamomil , sehingga dapat memberikan sedikit efek pewarnaan pada rambut.

·         Sampo krim atau pasta
Sebagai bahan dasar digunakan natrium alkilsulfat dari jenis alkohol rantai sedang yang dapat  memberikan konsistensi  kental. Untuk membuat sampo pasta dapat digunakan malam seperti setilalkohol sbg pengental. Dan sebagai pemantap busa dapat digunakan dietanolamida minyak kelapa atau isopropanolamida laurat.

·         Sampo larutan

Merupakan larutan jernih. Faktor yang harus diperhatikan dalam formulasi sampo ini meliputi  , viskosita , warna , keharuman , pembentukan dan stabilitas busa dan pengawetan.
Zat pengawet yang lazim digunakan meliputi , 0,2 % larutan formaldehida 40% , garam fenilraksa ; kedua zat ini sangat beracun , sehingga perlu memperhatikan batas kadar yang telah ditetapkan.

Parfum yang digunakan berkisar antara 0,3% - 1,0% , tetapi umumnya berkadar 0,5%.


D. Bahan tambahan sampo

Bahan tambahan ini ditambahkan ke dalam sampo untuk menghasilkan sampo yang aman memliki viskositas yang baik , busa yang stabil , dan dapat mengotipmalkan kerja detergent.

·         Foam Builder

-          Bahan yang meningkatkan kualitas , volume , dan stabilitas busa .
-          membantu meningkatkan stabilitas dan efek kondisioner.

·         Conditioning agent
-          Merupakan bahan berlemak yang memudahkan rambut untuk disisir .
-           Conditioning agent melapisi helai rambut  sehingga tampak halus dan megkilap.
-          Harus mudah dibilas , tidak meninggalkan rasa berminyak (lengket) di rambut. Contoh , lanolin , minyak mineral , telur , polipeptida.

·         Opacifying agent
-          Bahan yang memberikan warna buram pada shampo.
-          Penting pada pembuatan shampo jenis krim & losio.
-          Contoh , Cetyl alcohol , stearyl alcohol , spermaceti , glycol monodistearate , Mg stearat


·         Clarifying agent
-          Bahan yang digunakan untuk mencegah kekeruhan padaa shampo
-           Penting pada pembuatan shampo cair (licuid shampo)
-          Contoh , butil alkohol , isopropil alkohol etil alkohol , metilen glikol , EDTA .

·         Cleating agent Sequestering agent
-          Bahan yang mencegah terbentuknya sabun Ca atau Mg karena air sadah.
-           Contoh , Asam Nitrat , EDTA
-          Dapat digantikan oleh surfaktan non-ionik

·         Thickening agent
-          Bahan yang meningkatkan viskositas shampo.
-          Contoh , gom akasia , tragakan , CMC , Methocel
-          Kekurangan: dapat membentuk lapisan film pada helai rambut

·         Preservatif
-          Bahan yang berguna melindungi shampo dari mikroba yang dapat menyebabkan rusaknya sampo .
-          Contoh , Formadehid , etil alkohol , ester parahidroksibenzoat


·         Antidandruff agent
-          Antidandruff agent umumnya bersifat antimikroba
-          Di tambahkan ke dalam shampo dalam jumlah kecil
-          Contoh , Sulfur , Asam Salisilat , Resorsinol , Selenium Sulfida , Zink Piriton


E.  Penunjang Stabilitas

Bahan – bahan tertentu dapat di tambahkan kedalam shampo dengan tujuan menunjang stabilitas shampo (Stability additive) , antara lain :

·         Antioxidant
Mencegah perubahan warna dan bau sediaan akibat oksidasi.

·         Sunsreen
Melindungi sediaan dari sinar matahari. Contoh , Benzophenon
·         Suspending Agent
Contoh , veegum , bentonit

·         pH Control Agent
Mencegah perubahan warna dan bau sediaan akibat perubahan pH

F. Cosmetics Additive
Bahan – bahan yang ditambahkan ke dalam shampo dengan tujuan memperbaiki tampilan shampo , yaitu diantaranya :

·         Perfume
Campuran minyak atsiri atau sintetik

·         Pewarna (dye)
Pewarna yang digunakan harus terdaftar pada Federal Food , Drug , and cosmetics Act

G. Cara Kerja Shampo :

Surfaktan menurunkan tegangan permukaan air   lalu   meningkatkan  kemampuan  air untuk membasahi kotoran yang melekat  (makin kecil nilai tegangan permukaan air , makin besar kemampuan air membasahi benda).

Surfaktan bergerak dibawah lapisan berminyak   lalu   mengangkat dan permukaan
            Partikel berbentuk bola



2.   Pasta Gigi

Ø  pendahuluan
Bahan esensial dalam pasta gigi adalah detergen dan abrasif (penggosok seperti amplas). Salah satu detergen yang banyak digunakan dalam pasta gigi adalah senyawa natrium lauril sulfat (sama dengan senyawa yang digunakan dalam sampo). Abrasif yang ideal harus cukup keras untuk membersihkan gigi , tetapi jangan terlalu keras , sehingga merusak email gigi. Abrasif yang digunakan dalam pasta gigi di antaranya adalah silika (SiO2) , kalsium karbonat (CaCO3) , dan baking soda.
Kerusakan gigi terutama disebabkan  oleh bakteri yang mengubah gula menjadi dekstrin (suatu bahan yan agak lengket) , plak , atau asam. Asam dapat melarutkan email gigi. Menyikat gigi secara teratur akan menghilangkan plak , sehingga kerusakan gigi dapat dicegah. Untuk menguatkan gigi , pasta gigi sering ditambah dengan senyawa fluorida , misalnya senyawa natrium fluorida (NaF). Senyawa fluorida lainnya yang digunakan dalam pasta gigi yang beredar di pasaran adalah senyawa natrium monofluorofosfat (Na2PO3F). Senyawa fluorida pada pasta gigi dapat mengubah sebagian email gigi menjadi bahan yang lebih kuat dari pada email semula.

3.     Pembersih lantai

Ø  Pendahuluan
Bahan esensial dalam pembersih lantai adalah disinfektan (pembasmi kuman). Banyak sekali
jenis produk pembersih lantai yang tersedia di pasaran. Pembersih lantai  sering disebut  “karbol” .  nama tersebut mungkin ada kaitannya dengan fenol atau asam karbolat (carbolic  acid), yaitu disinfektan pertama yang digunakan dalam pembersih lantai.  Fenol adalah antiseptik pertama yang dgunakan dalam ruang operasii , yaitu oleh Lister pada tahun 1867. Fenol tergolong zat  beracun dan merusak kulit. Sekarang ini , terdapat berbagai zat disinfektan lain yang lebih baik , misalnya heksil resorsinol dan kresol. Di samping itu , banyak yang menggunakan benzalkonium klorida dengan kadar  0,5 %  sebagai  bahan  aktifnya.

                Disinfektan dan antiseptik , keduanya merupakan bahan pembasmi kuman. Pembasmi kuman yang digunakan untuk tubuh kita disebut ‘antiseptik’ , misalnya untuk luka atau obat kumur. Anti kuman yang digunakan untuk keperluan lain , misalnya untuk pembersih lantai  atau untuk kolam  renang , disebut   ‘disinfektan’  .


Pembersih lantai umumnya mengandung formalin sebagai bahan aktif. Formalin berfungsi sebagai pembunuh kuman, akan tetapi beracun jika termakan. Untuk itu berhati- hatilah menggunakan pembersih lantai. Untuk lebih memberikan kenyamanan pada si pemakai, biasanya pembersih lantai diberi pewangi. Hal ini karena bau formalin yang tidak enak.

Rumah atau kamar mandi yang berporselen biasanya menggunakan  pembersih porselen.  Pembersih porselen memiliki  komposisi yang berbeda dengan pembersih lantai. Biasanya pembersih porselen dibuat dari asam-asam kuat  seperti klorida (HCL).  Asam tersebut berguna untuk melarutkan kotoran yang  ada di  porselen.
4. Pasta Gigi

a.   Pendahuluan
Pembersihan kulit kombinasi dapat mudah dengan produk yang tepat. Produk pembersih seperti Facial Facial Cleanser Cetaphil harian dan Clean & Clear Soft adalah pembersih wajah yang bagus. Pembersih kulit wajah kombinasi yang ditujukan untuk memperbaiki masalah kulit melakukannya dengan pelembab bagian kombinasi kulit kering dan menghilangkan kotoran dan minyak dari daerah berminyak kulit kombinasi. Untuk melembabkan kulit kombinasi, pelembab wajah menempel seperti Neutrogena Oil-Free Moisture untuk Kulit Kombinasi atau Aveeno ( gunakan setiap hari ).

Ø  Zat Berbahaya pada Pembersih Wajah antara lain :

·         Zat Pengawet Paraben
Penelitian di Inggris menyebutkan bahwa terdapat hubungan antara pemakaian paraben dengan peningkatan kejadian kanker payudara pada wanita.Dikatakan terdapat konsentrasi paraben yang sangat tinggi pada 90% kasus kanker payudara yang diteliti.Paraben digunakan di kosmetik, deodoran, dan beberapa produk perawatan kulit lainnya. Zat ini dapat menyebabkan kemerahan dan reaksi alergi pada  kulit.

·         Sodium Lauryl Sulfate (SLS) and Ammonium Lauryl Sulfate (ALS)
Kedua zat ini banyak digunakan untuk bahan campuran sabun,shampo,odol,pembersih muka,dan pembersih badan.Zat ini yaitu SLS dan ALS dapat menyebabkan radang kulit yang parah bila terus-menerus digunakan karena kedua zat ini dapat diserap tubuh dengan mudah.Kedua zat ini akan mengendap pada jantung,otak,paru-paru serta hati yang lama-kelamaan akan menyebabkan penyakit jangka panjang.Selain itu zat ini juga bisa menyebabkan ganguan kesehatan mata anak dan katarak.

·         DEA (Diethanolamine), TEA (Triethanolamine) and MEA (Monoethanolamine)
Zat ini banyak ditemukan pada kosmetik dan produk perawatan kulit. Bahan bahan berbahaya ini dapat menyebabkan reaksi alergi dan penggunaan jangka panjang diduga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker ginjal dan hati.

·         Propylene Glycol
Studi terakhir juga menunjukan bahwa zat ini dapat merusak ginjal dan hati.Ditemukan pada beberapa produk kecantikan, kosmetik dan pembersih wajah. Zat ini dapat menyebabkan kemerahan pada kulit dan dermatitis kontak.
·         Isopropyl Alcohol
Alkohol digunakan sebagai pelarut pada beberapa produk perawatan kulit. Zat ini dapat menyebabkan iritasi kulit dan merusak lapisan asam kulit sehingga bakteri dapat tumbuh dengan subur.Selain itu juga dapat mempercepat penuaan dini
·         Polyethylene Glycol (PEG)
Zat ini banyak digunakan untuk mengentalkan produk kosmetik.Dampaknya dapat menyebabkan penuaan dini dan membuat kulit rentan terhadap bakteri karena menggangu


  EFEK SAMPING PEMBERSIH DAN CARA PENCEGAHANNYA

Sabun mandi, sabun cuci, pembersih lantai, sampo, dan pasta gigi adalah   bahan- bahan kimia yang hampir  digunakan setiap hari. Air  sisa penggunaan  bahan-bahan tersebut, oleh masyarakat kita sebagian besar dibuang di sungai. Akibatnya sungai menjadi tercemar, sehingga  ekosistem yang ada di dalamnya menjadi rusak, misalnya  ikan-ikan di sungai banyak berkurang. Disamping itu banyak masyarakat yang tingal di  sepanjang  Daerah  Aliran Sungai (DAS)  yang  menderita  penyakit kulit, sebab beberapa penduduk menggunakan air sungai sebagai sumber air untuk mencuci pakaian, mandi, mencuci  peralatan masak, dan yang lainnya.  Selain itu  bahan-bahan  pembersih  juga   dapat berdampak langsung terhadap manusia itu sendiri. Contohnya, sabun cuci  atau detergen. Pemakaian detergen berlebih dan tangan bersentuhan langsung dengannya, dapat menyebabkan iritasi kulit. Kulit terasa kering, melepuh, retak-retak, dan mudah terkelupas. Hal ini jika dibiarkan berlanjut dapat mengakibatkan eksim kulit.


Penggunaan yang berlebihan pemutih dapat menyebabkan kerusakan di samping juga emiliki dampak negatif terhadap lingkungan. Jika air mengalir yang mengandung pemutih dibuang ke tanah atau ke sungai dapat menyebabkan pencemaran air. Selain itu, pemutih mengandung zat aktif dan bahan-bahan yang korosif, yang dapat membunuh bakteri menguntungkan dalam tanah. Akibatnya, kesuburan tanah bisa terganggu.
Lebih luas pembuangan limbah yang mengandung pemutih akan menimbulkan pencemaran baru. Khusus untuk pemutih wajah yang ditawarkan melalui iklan, kita harus berhati-hati dalam memilih dan menggunakannya. Hal ini karena beberapa produk pemutih wajah dan tubuh ternyata mengandung logam berat merkuri. Mercury - mengandung pemutih jika digunakan secara suatu bisa sebagai racun dalam tubuh dan causecancer (karsinogen).

Ø  Cara Pencegahannya

1)  Menggunakan detergen dengan konsentrasi yang encer dan kadar ABS yang rendah.
2)  Menggunakan detergen yang mudah terurai, seperti sodium dodesil sulfat (SDS).
3)  Menyimpan sabun pada tempat yang benar sehingga jauh dari jangkauan anak.
4)  menghindari penggunaan pasta gigi berlebih.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar